Selain mengetahui cara memelihara dan merawat ikan
cupang di rumah, Anda juga perlu tahu sejarah ikan cupang yang saat ini tengah
jadi primadona. (Foto: AFP/MLADEN ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ikan cupang atau
betta fish kini menjadi ikan hias favorit bagi sebagian orang. Bentuknya
yang kecil serta memiliki sirip berwarna-warni menjadi daya tarik.
Namun, memelihara atau merawat ikan cupang di
rumah tidak lengkap rasanya kalau kita tidak tahu bagaimana sejarah ikan
cupang. Berikut sejarah atau asal usul ikan cupang atau betta fish.
Lihat juga:Cara Merawat Ikan Cupang yang Benar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejarah Ikan Cupang
Sejarah ikan cupang berawal dari dataran China.
(Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ikan cupang atau juga disebut ikan aduan Siam
(Siamese fighting fish) adalah ikan yang berasal dari Asia Tenggara dan umumnya
merupakan hewan peliharaan, seperti dikutip Live Science.
Di Thailand misalnya, mereka menyebut ikan cupang
pla kat yang berarti ikan petarung. Cupang jantan dikenal sebagai petarung
yang secara agresif membuka-tutup insangnya dan menggigit sirip jantan lain.
Di alam liar, perkelahian hanya berlangsung kurang
lebih 15 menit tetapi orang-orang Thailand berasumsi ketika hewan ini
dipelihara, mampu bertarung selama berjam-jam.
Asal-usul Ikan Cupang
Foto: sikermarketing/Pixabay
Ilustrasi. Asal-usul ikan cupang sebagian
besar dari wilayah di Asia dengan habitat asli kolam dangkal dan persawahan.
Ikan cupang sudah ada dari ratusan tahun yang lalu
dan tempat asal mereka di lembah Mekong Laos, Thailand, Kamboja, Malaysia,
Indonesia, Vietnam, dan sebagian wilayah di China.
Ikan cupang liar dapat ditemukan di habitat
aslinya di kolam dangkal, persawahan, dan aliran air yang berada di suhu lebih
dari 80 derajat celsius.
Seperti dilansir Its A Fish Thing, cupang termasuk
ke dalam kelompok khusus yang dikenal sebagai 'ikan labirin' yang dapat
bertahan hidup di air yang sangat sedikit dengan menghirup oksigen dari
permukaan air.
Bahkan sebelum tahun 1800-an, anak-anak di
Malaysia sudah tertarik dengan cupang. Mereka mengumpulkan lebih dari 50 ikan
cupang sekaligus dari sawah dan mengadakan pertarungan.
Ikan cupang biasanya berukuran kecil dengan
panjang 6-8 cm dan bertahan hidup rata-rata selama dua tahun.
Di alam liar, cupang jantan tidak pernah
menumbuhkan sirip yang indah. Cupang yang ada di toko-toko ikan dengan warna
sirip dari merah sampai keemasan menurut Animal Diversity Web, University of
Michigan merupakan hasil dari pengembangbiakan selektif.
Ikan cupang liar memiliki warna hijau kusam dan
sirip pendek, yang akan mereka nyalakan untuk menarik pasangan dan menangkal
predator seperti salamander, kucing, dan ikan yang lebih besar.
Cara Ikan Cupang Berkembang Biak
Ikan cupang merupakan salah satu ikan agresif. Hal
tersebut tertulis dalam sejarah ikan cupang. (Foto: CNN Indonesia/Bisma
Septalismaa)
Perilaku reproduksi dimulai dari pejantan yang
meniup gelembung. Dia menghirup udara dari permukaan dan kemudian meniup
gelembung berlapis lendir yang berada di permukaan air.
Hal tersebut ia lakukan selama berjam-jam sampai
sarang gelembung tebal terbentuk, kemudian dia mengejar sang betina.
Awalnya, ikan cupang jantan mencoba dengan sopan
memikat betina di bawah sarang dengan menunjukkan siripnya dan membuka penutup
insangnya.
Tetapi jika sang betina tidak responsif atau tidak
kooperatif, pejantan akan dapat berubah menjadi kasar, menggigit ekor dan sirip
sang betina.
Ketika betina akhirnya terbujuk untuk 'kawin'
dengan si pejantan, mereka akan mengitari satu sama lain dan menyalakan sirip
mereka pula.
Akhirnya, sang pejantan membungkus satu sirip di
sekitar betina dalam pelukan, membalik-baliknya dan membuahi telurnya.
Setelah ia pergi, betina akan melepaskan beberapa
telur yang dibuahi. Biasanya membutuhkan waktu tiga sampai tujuh kali pelepasan.
Lalu, pejantan menangkap telur dan memasukkannya
ke mulut yang sudah dilapisi lendir sebelum menempelkan ke sarang gelembung
yang sudah pejantan bentuk.
Setelah itu, pejantan secara agresif mendorong
betina dan menjaga sarangnya sampai telur menetas kira-kira 24-48 jam kemudian.
Cara Merawat Ikan Cupang
Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Berikut cara merawat ikan cupang agar ekor dan
siripnya tetap cantik serta tidak gampang mati.
Berikut cara merawat dan memelihara ikan cupang
agar ekor dan siripnya tetap cantik serta tidak gampang mati.
1. Memilih Pakan yang Tepat
Hal terpenting yang perlu diketahui tentang
memelihara ikan cupang adalah cara memberinya makan. Ikan cupang termasuk ikan
karnivora. Ada beberapa rekomendasi pakan yang bisa diberikan seperti serangga,
larva serangga, dan pelet khusus cupang.
Dikutip dari Hartz,pastikan untuk memberi ikan
cupang makan dua kali sehari. Selain itu, jangan memberikan terlalu banyak
porsi pakan.
2. Perhatikan Volume Air
Mengutip Betta Fish, minimum volume air untuk ikan
cupang yang sehat adalah 2,5-5 galon. Dengan volume dan ukuran tangki yang
besar mempermudah untuk mempertahankan siklus nitrogen dan suhu air.
Banyak orang menganggap ikan cupang dapat hidup
dalam akuarium berukuran kecil. Namun, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Di
alam liar, cupang hidup di perairan dangkal dengan volume air yang banyak.
Air merupakan elemen penting dalam memelihara ikan
cupang. Sejarah ikan cupang mengatakan cupang hidup di air yang hangat. (Foto:
CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
3. Cek Akuarium Ikan Cupang
Anda perlu melakukan pengecekan akuarium secara rutin.
Dikutip dari Pet Co, Anda perlu memeriksa filter, suhu air, dan peralatan
lainnya setiap harinya.
Anda juga harus memeriksa kualitas air minimal
seminggu sekali. Lakukan penggantian air 50 persen untuk akuarium yang kecil
atau kurang dari 2 galon seminggu sekali.
Sedangkan untuk akuarium yang besar, ganti 10
hingga 25 persen dari total volume air setiap 2-4 minggu atau disesuaikan
dengan kebutuhan.
4. Tidak Membuat Ikan Stres
Bagian utama cara merawat ikan cupang yang benar
adalah tidak membuatnya stres. Membangun akuarium mirip dengan habitat aslinya
merupakan langkah tepat.
Ikan cupang menyukai tempat bersembunyi agar
merasa aman, terutama saat tidur. Habitat aslinya adalah bebatuan dan berbagai
tanaman air yang bisa menjadi tempatnya bersembunyi.
Namun, tak perlu khawatir, Anda bisa membangun
akuarium dengan tanaman imitasi dengan harga yang relatif murah.
5. Memisahkan Ikan Cupang
Ikan cupang jantan harus dipelihara di akuarium
individu atau dipisahkan dengan ikan lainnya. Sedangkan ikan cupang betina
dapat dicampur dengan jenis ikan yang lain. Selain saat musim kawin, pisahkan
ikan cupang betina dengan ikan cupang jantan.
Lihat juga:Cara Membedakan Ikan Cupang Jantan dan
Betina
Berikut sejarah ikan cupang atau betta fish
beserta bagaimana merawatnya. Apakah Anda sudah mulai tertarik untuk memelihara
ikan cupang di rumah?
Baca artikel CNN Indonesia "Sejarah Ikan
Cupang: Dari Alam Liar ke Akuarium Kecil" selengkapnya di sini: .
Download Apps CNN Indonesia sekarang
https://app.cnnindonesia.com/
Komentar
Posting Komentar